Ada apa dengan kitab Arunika?
Di perpustakaan tua yang hampir runtuh di tengah kota lama, seorang siswa SMA kutu buku bernama Reyhan menemukan sebuah rak tersembunyi di balik dinding retak. Di sana, tergeletak sebuah buku aneh berbalut kulit hitam legam, bertuliskan aksara yang terus berubah-ubah.
Tak ada judul, tak ada penulis. Tapi begitu Reyhan menyentuhnya, buku itu membuka sendiri, dan di halaman pertama muncul satu kalimat berwarna emas:
“Bacalah hanya jika kau siap kehilangan cahaya dalam dirimu.”
Karena rasa penasaran, Reyhan membaca mantra pertama. Saat ia membacanya, ruangan sekitar berubah. Cahaya lampu padam, dan ia mendengar bisikan dari balik lemari, dari sela-sela dinding… bisikan yang menyebut namanya.
Besoknya, Reyhan mulai mengalami hal-hal aneh. Ia bisa melihat masa lalu orang lain hanya dengan menyentuh mereka. Ia tahu siapa yang berbohong, dan siapa yang menyimpan dendam. Tapi semakin banyak yang ia ketahui, matanya berubah kornea mulai gelap, seolah menyerap cahaya.
Setiap mantra yang dibaca dari buku itu memberinya kekuatan baru telekinesis, mimpi lintas waktu, kemampuan menyembuhkan luka… namun dengan harga: sedikit demi sedikit, Reyhan mulai kehilangan sisi manusianya. Ia menjadi lebih dingin, emosinya memudar, dan bayangan dari dunia lain mulai muncul dalam cermin kamarnya.
Ternyata, buku itu adalah Kitab Arunika, buku gaib kuno yang konon ditulis oleh seorang penyihir agung yang terjebak antara dua dunia. Siapa pun yang membaca seluruh isi buku akan menjadi wadah baru bagi roh sang penyihir.
Reyhan berada di halaman terakhir, satu mantra tersisa. Tapi kini ia tahu jika ia membacanya, ia akan kehilangan dirinya sepenuhnya. Namun jika tidak, roh sang penyihir akan terus menghantui hidupnya dan mengambil alih perlahan.
Dan malam itu, dengan tangan gemetar dan suara bergetar, Reyhan membuka halaman terakhir.
Lalu…
Lampu kota padam.
Dan dari kejauhan, terdengar suara ribuan bisikan membaca mantra bersamaan
Thank you😉
Komentar
Posting Komentar