Urban legend
Desa Atmaja
Disuatu desa yang biasa orang sebut desa Atmaja terdapat urban legend yang telah turun temurun diceritakan. Desa tersebut disebut desa terkutuk dikarenakan banyaknya warga desa yang tewas tanpa diketahui sebabnya. Cerita ini diceritakan oleh salah satu seorang dari keturunan desa Atmaja yang telah pindah dari desa tersebut yaitu Dodi.
Dodi berkata bahwa neneknya yang bernama nenek Sukmini dulunya adalah orang yang selamat dari kutukan desa Atmaja pada tahun 1930. Desa Atmaja dulunya dikenal sebagai desa yang subur kaya akan sumber pangan dan makmur dalam ekomomi. Tetapi ada satu kejadian yang membuat desa Atmaja menjadi desa kutukan dan malapetaka yang tak pernah diduga oleh warga desa Atmaja.
Pada tahun 1930...
Pada tahun 1930 terdapat salah satu suami istri yang bernama Sudarsono dan Sulastri. Kedua suami istri tersebut sangat kaya raya dan mempunyai sawah, kebun teh, dan pabrik gula yang sangat besar. Tetapi dengan kesuksesan tersebut ternyata ada sisi gelap yang telah dilakukan oleh suami istri tersebut.
Ternyata suami istri tersebut melakukan ritual pesugihan dengan cara menumbalkan orang orang yang ada di desanya setiap malam selasa kliwon agar usahanya tetap jaya dan tidak akan pernah mengalami kerugian.
Awalnya warga desa tak menggubris bahwa maraknya kematian yang ada di desanya itu tak wajar. Tetapi ada salah satu seorang warga yang mengungkapkan bahwa maraknya kematian di desanya itu tak wajar yaitu jono. Jono adalah orang yang selanjutnya yang akan dijadikan tumbal oleh Sudarso dan istrinya.
Tetapi dengan cepat jono menyadari akan hal itu. Biasanya orang yang akan dijadikan tumbal adalah orang orang yang telah terpilih. Cirinya yaitu setiap malam jumat Sudarso dan istrinya akan berkunjung ke rumah korban yang akan dijadikan tumbal dan memberikan makanan atau minuman yang telah dipersiapkan khusus untuk korbannya.
Malam jumat sebelum nya Jono melihat tetangga disebelah nya mengalami hal yang serupa dengan tetangga lainnya dan ketika malam selasa kliwon tetangga Jono tersebut secara tiba tiba mengalami sakit parah dan akhirnya tewas. Jono pun menyampaikan hal janggal tersebut kepada ketua RT desa Atmaja.
Ketua RT desa Atmaja pun melakukan rencana dengan cara menaburkan tanah kuburan yang masih basah ke halaman rumah Sudarso dan Sulastri. Dan kebetulan juga desa sebelah sedang ada kabar duka, dengan sigap jono dan ketua RT desa Atmaja pun meminta izin kepada pihak keluarga dan akhirnya pihak keluarga pun menyetujui akan hal itu.
Lalu ketika malam hari tiba jono, Ketua RT, dan warga lainnya melakukan rencananya dengan sangat hati-hati. Tiba pada keesokan harinya keluarga pak Sudarso mengalami hal yang tak terduga. Sudarso tewas dengan luka seperti pecutan pada leher, perut, dan kaki. Kemudian 2 hari kemudian istri dari Sudarso atau Sulastri juga tewas dengan luka yang sama dengan almarhum suaminya.
Akhirnya warga desa pun tahu ternyata memang benar keluarga Sudarso lah yang menyebabkan banyaknya kematian di desa Atmaja. Lalu banyak warga juga yang pindah dari desa Atmaja termasuk nenek Rukmini nenek dari Dodi.
Dodi pun menjadi cerita ini sebuah pelajaran bahwa sukses itu butuh perjuangan dan tidak instan. Jika ingin sukses secara instan maka harus menerima akibatnya.
-TAMAT-
Thank you sudah membaca 😊😊
Nantikan kisah kisah horor berikutnya yaww
akan kunantikan kisah horror berikutnya, ditunggu🥰
BalasHapusiyaww ditunggu yaa
Hapuswaw keren👍🏻👍🏻
Hapus